Malam berselindung risau, serupa bulan sayu melirik awan putih menuju hitam. Ditinggalkannya rupa kumulus ketika seperempat cahaya pamit sebelum senja. Masih kulihat gurat samar aurora di punggungnya. Kudekap sunyi dalam peluk paling hening, dingin membening!
Perlahan benak ayun kenang, mengejar bayang berloncatan di ranting mata. Teramat indah kusaksikan gemulai bibirmu menenun teja dari benang-benang cahaya.
Embus angin berbisik merdu di telinga anak malam yang gelisah menanti hangat. Mengajakku bermain rindu. Akh, senduku mendesah lirih!
Lalu, aku menjelma sekunar johar! Melayari angan di kegamangan samudra usia, berharap menemu dermaga. Pelabuhan engkau dan aku!
Lasusua, 12 Maret 2018
