Rindu itu pilu, Kekasihku!
Serupa mengemas bara di genggaman
yang tak padam meski kausirami setelaga air mata. Tetap nyala, semakin erat
meremasnya. Kian bara ia membakarmu!
Rindu itu indah, Kekasihku!
Serupa oase bening di ketandusan
sahara yang semakin kauminum, kian dahaga engkau meneguknya. Sebuah temu, tak
akan memuaskan rasa ingin jumpa di esok hari.
Rindu itu adalah kita, Kekasihku!
Sejak engkau dan aku melebur
angan dalam ijab mantra cinta pada sebuah ketika. Di mana detak nadi saling
pagut merapal doa suci di hadapan-Nya. Bintang gemintang menjadi saksi saat
kumaharkan bulan seperempat purnama sebagai tanda pernikahan abadi. Jadilah
kita dua tangkai sebatang nyawa. Tersenyumlah!
Lasusua, 29 November 2017
