Daun Itu

 


Daun itu gugur melepas tangkai, membawa kerinduannya pada layung senja. Meliuk nikmati pesona angin yang mengantarnya menuju debu. Tak menyisakan kesumat di kering duka, setidaknya pernah hijau.

Daun itu gugur melepas tangkai, membawa retak di dadanya. Tersenyum dalam peluk tanah-tanah hitam basah. Angannya lapuk menjadi perca tak berarti, tak ada air mata di pembaringannya.

Daun itu gugur melepas tangkai, membawa gurat-gurat kisah tentang gending malam dan kemuning pagi. Kekasih semata wayang dicintainya hanyalah embun, yang setia menemani setiap malam hingga ia terbaring menunggu waktu yang akan menjadikannya tiada. 

Daun itu gugur melepas tangkai, membawa gugusan canda sang hujan di awal musim semi dan tangis ranting pada jejak kemarau. Ia pergi dengan senyum terakhir yang biru.

Lasusua, 10 Desember 2017