Melati di Kesunyian

 


Terdiam di lembah sunyi berakrab lenguh angin gerimis. Tenggelam engkau dalam lengkung pelangi. Sepi tak resah, jingga menanti senja sebelum bulan cahayakan mimpi.

Kupetik kisah dari celah kuncupmu, riwayat daun gugur dari ranting. Embun kauperam di wangi kelopak, ingin kuminum sebulir saja. Sebulir paling bening.

Ketika lirih musim berebut masa terjatuh menimpa hening daun, jaga putihmu meski kuyup terkulai. Usah melayat pilu kepada hikayat, “Engkau melati yang mengakar di antara rimbun mawar dan kemboja. Jangan terasing!”

Melati di kesunyian!
Lihatlah kupu-kupu yang bersengketa dengan hujan hingga rela patah sayap hanya untuk mengeja wangimu. Maka tersenyumlah, biar rahimmu terbaring pada silam napasku.

Mari menyimpuh sejumput doa, “Tuhan, jauhkan ajal dari rindu!”

Lasusua, 11 Januari 2018