Karena bulan tak pernah ingkar kepada cahaya, jadilah engkau purnama. Pijarkan sendu biasmu pada relungku yang gamang meremang, di temaramnya ada pilu sembunyi paling diam.
Karena angin tak pernah ingkar kepada awan, jadilah engkau hujan. Percikkan sejuk basahmu biar pecah di kemarauku yang retak kerontang, di celahnya ada debu usang paling tenang.
Karena cakrawala tak pernah ingkar kepada petang, jadilah engkau lembayung. Merahkan pendar sagamu pada biru melebam hitam keningku, di lekuknya ada rasa kasih paling putih.
Dan saat malam menjemput ingatan. Pergilah, sebagai perindu yang akan pulang dengan cinta!
Luwu, 3 April 2017
