Pengembala Malam

 


Kueja sajak biru sekadar menepis iba sekunar mimpi

Di selasar pilu hampar haru, gerimis rintik kering di pipi.

Aku pena gembala malam yang menoreh mimpi dalam linang. Seruling pecah menggurat kalam, menitip kisah di perut kunang.

Aku biduk jelajah karang yang hilang arah dan johar pun jauh. Tiada lagi muara berbulan terang, maka sejenak jeda membuang sauh.

Aku awan di ujung ranting menjelma mendung dalam hikayat. Embun kupinang hujan kusunting, seumur hayat nasib tersayat.

Luwu, 1 April 2017