Pesan Ujung Pena

 


Ujung pena ini kutancapkan di hatimu ketika rindu tak lagi menetaskan mimpi indah untuk malamku. Izinkan kutikam rasamu hingga pecah dan terkulai di ranjang perawan, tempat kesaksian antara bising tawa yang bertaruh dengan air mata.

Ujung pena ini kusayatkan di matamu ketika lupa mulai menghapus jejakku di pantai milikmu. Seribu sendu adalah cinta, jika ada pilu yang tersesat di celah karang hatimu maka kucabik-cabik ingatan lalu membuangnya ke pangkal jalan agar engkau terlupa masa untuk bergulana.

Ujung pena ini kurebahkan di tidurmu ketika bising tersingkiri oleh gending-gending sunyi pengantar lelap. Kidung-kidung maharindu perlahan sayup kumantrakan menjelma cenayang mengelus sekujur mayangmu dari gelap malam hingga pagi menyapa.

Mendekatlah duhai! Hapus dahagamu di ujung penaku, di sana menetes air semanis surga. Yang mengalir dari hulu sungai rindu, tempat di mana jiwa-jiwa cinta bernunajat. Selepas itu, terbanglah engkau mengecup bibir-bibir embun yang berkilau, bisikkan pada beningnya.
“Tuanku menantimu di cakrawala senja!”

Lasusua, 2017