Rembulan Bermata Manikam

 

engkau sebilah cahaya

bertamu di ujung keningku

berkabar perihal embun terakhir

menuntun rindunya ke ribaan malam

 

engkau sebilah cahaya

rembulan bermata manikam

bibirmu putik mawar mengulum sunyi

tuturmu buih putih-putih di lengkung ombak

 

engkau sebilah cahaya

berbiduk angin kita berlayar

mengikuti kejora semata wayang

menuju negeri asing: pulau tanpa tuan

 

“jika pagi tiba mendahului kita

kutitip napas di hulu jantungmu!”

 

Luwu, 4 April 2019