Kodrat

 

seonggok cahaya bertamu

menyelinap di bawah pintu

tanpa kata selamat pagi

 

secangkir kopi di meja

aromanya menyapa jendela kayu

saksi bisu sebatang pena yang cemburu

melihat sepasang bayan berkasih

 

musim semi baru saja pergi

kabut perlahan gaib lalu lenyap

kudengar risik angin dan rontok daun

seperti mimpi yang baru saja berlalu

lesap bersama hilangnya embun pagi

 

waktu terus mengembara tanpa tepi

nasib baik dan buruk datang silih berganti

jangan ada prasangka kepada musim

semua berlaku di atas titah

 

seonggok cahaya dan secangkir kopi

pergantian musim dan hilangnya embun pagi

hanya lakon dari sebuah cerita

; menjadi putih di atas kepala

 

Luwu, 27 Maret 2019