Katakanlah

 


katakanlah semua kerinduanmu!

seperti dulu kautulis sajak pada dinding tebing batu

tentang hujan kepada pasir, pantai, dan buih

namun, jangan kautanya kabar tentang mendung di keningku

 

kerinduan itu, adalah putih awan mengecup buih

sebelum kejora ditelan kelam

mereka saling bercermin dengan putih tanpa kedipan

meski angin kadang tak ramah

 

kerinduan itu, adalah biru lautan yang berkaca kepada langit sebelum bulan merangkai cahaya

mereka mendekap biru hingga ujung remah

meski malam akrab berjelaga

 

katakanlah semua kerinduanmu!

seperti dulu kautulis sajak pada dinding jiwaku

tentang sunyi di bilik jantung yang penuh cinta

tentang gending di ruang hati yang penuh kasih

 

katakanlah, tanpa mengadu kepada air mata!

 

Luwu, 16 Maret 2019