Anggur Telah Habis

 

aku pengembara renta

selalu mabuk dan bernyanyi

ratusan purnama berlalu dalam aroma anggur

ratusan purnama kucatat dalam lembar-lembar buku

puisi-puisi panjang membuat rambutku semakin memutih

 

maret yang panas

kini mulai diguyur hujan

aku mencari-cari seorang sahabat

yang dulu membangunkanku setiap pagi

ketika aku masih pulas tertidur di awang-awang

 

anggur telah habis

tak kuingat lagi lirik lagu yang lain

kuhanya tahu nyanyian gunung kepada langit

tentang kehidupan menyerupai pohon-pohon pinus

hijaunya menjadi tempat kabut basah bergelantungan

 

april segera tiba

serangga pulang ke sarang

ilalang mengobati luka di punggungnya

angin meliuk-liuk membawa kabar tentang hujan

dan, puisi-puisi pendek merontokkan rambutku satu-satu

 

anggur telah habis

dan, aku tak bisa tidur lagi