membaca lekuk wajah
bersemayam di ujung lidah
ketika malam hanya kandil tua
yang terbata-bata membaca mimpi
putus segala wasilah
dalam kitab termakan rayap
mengelabui detik-detik berdetak
berjalan dari satu pijakan yang sama
malam di mata
detik mendetak jantung
purnama mengelus rambut
gemuruh lautan buncah di dada
jangan patah langkah
perhentian bukanlah di sini
ada yang setia menunggu di sana
perempuan sunyi di tanah perjanjian
Luwu, 6 April 2019