Ke mana kisah hendak kurisalahkan saat risau mengelana belukar sunyi paling diam. Angkuh mimpi tumbang di lembah harapan, tak mampu mengejar hari yang kian dekat kepada senja.
Kemarin, Engkau purnama memukau gelapku dengan selembar cahaya dari mihrab-Mu. Binarnya kugenggam, menjadi obor suci pada setiap tapak yang kupijak telusuri doa mencari rida di antara jejak remah malam hening.
Haruskah diri pasrah menghamba pada kodrat meski petaka?
Tuhan!
Separuh usia menggurat renta
selasar wajah, galas di pundak kiri teramat lajat untuk kusanggah. Hibahkan
ampun atas noktah yang pernah kuhitamkan di putih-Mu, kuingin pulang tanpa
secarik sesal.
Lasusua, 16 November 2017
