: bagian dua
dua butir kopi bertamu di meja
sebutir melegakan dahaga pena
sebutir lagi menghibur sunyi kertas
dua butir kopi semakin aduh
saat melebur dalam gelas
“pada rasa pahit yang kautelan
selalu ada rindu menggoda untuk menyeruputku
tak perlu kautepikan ampas yang mengapung
ada diksi penuh kenangan kutitip di sana!”
dua butir kopi hendak menjadi puisi bulan
pada seduhan amboi sebatang anak sendok
saat hujan sedang melagui pori-pori
kata-kata berenang bersama kopi dan nasib penyair
yang termenung dalam buku puisinya
“telah kautelan mimpiku, kauhangatkan dingin pagi
membunuh malam rindu yang baru saja mati di ujung bait sepi engkaulah kekasih pemberian tuhan!”
padam hujan di matanya
pelangi bergelantungan di keningnya
Luwu, 18 Januari 2019
