Ingin Kuterlelap di Bening Matamu

 


kaubelah malam dalam rahasia nan jauh

peraduan empat persegi tanpa dinding

pecah serintik hujan di ujung bibir

 

ingin kuterlelap di bening matamu

dengan cahayanya yang menyelimuti tubuhku

mengalir di nadi mengetuk detak jantung

 

sejak di buaian kauberi kasih

sejuk seteduh telaga

 

di jarimu akar sidrhatul muntaha

di kakimu taman firdaus

dadamu rimba bulan

hulu mata air

 

betapa sungguh

ingin kuterlelap di bening matamu

ibunda

 

Luwu, 20 Januari 2019